xiǎo hái zi小孩子duō dà多大kě yǐ可以chī吃táng糖?
Saat memasak untuk anak atau membeli camilan, banyak orang tua selalu ingin menambahkan sedikit gula karena mereka merasa anak akan lebih menyukainya.
Namun, memberikan gula kepada anak terlalu dini mungkin berdampak buruk pada kesehatan mereka.
Jadi, pada usia berapa anak boleh makan gula?
Para ahli menyarankan bahwa aturan konsumsi gula berbeda untuk anak dari kelompok usia yang berbeda.
Pertama, anak di bawah satu tahun sama sekali tidak boleh makan gula.
Pada masa ini, tubuh anak masih berkembang, dan makan gula akan menambah beban pada tubuh.
Kedua, anak usia satu sampai tiga tahun sebaiknya sebisa mungkin tidak makan gula.
Makanan sehari-hari sebaiknya mempertahankan rasa asli makanan, serta mengurangi permen dan kue.
Terakhir, anak di atas tiga tahun boleh makan sedikit gula, tetapi sebaiknya tidak lebih dari 25 gram per hari, yaitu sekitar lima sampai enam kubus gula.
Selain itu, jangan sekali-kali makan makanan manis sebelum tidur.
Mengapa anak tidak boleh makan terlalu banyak gula?
Karena gula putih tidak memiliki banyak nilai gizi.
Terlalu banyak makan gula tidak hanya mudah menyebabkan gigi berlubang, tetapi juga dapat membuat anak menjadi pemilih makanan, bahkan menyebabkan masalah kenaikan berat badan.
Selain itu, terlalu banyak gula dapat membuat anak terlalu bersemangat, sehingga mengganggu tidur dan kemampuan berkonsentrasi saat belajar.
Jika ingin membuat makanan lebih manis, orang tua dapat menggunakan makanan alami seperti labu, apel, atau kurma merah sebagai pengganti gula putih.
Makanan ini tidak hanya enak, tetapi juga lebih sehat.
Saat membeli camilan, perhatikan juga apakah yogurt atau biskuit mengandung banyak gula tambahan.
Membentuk kebiasaan makan yang sehat sejak kecil sangat penting.
Mengurangi gula tidak hanya dapat melindungi gigi, tetapi juga membantu anak tumbuh sehat.
Karena itu, orang tua jangan selalu menggunakan permen untuk membujuk anak.