yìn dù ní xī yà印度尼西亚AIshù jù数据zhōng xīn中心kuài sù快速zēng jiā增加,dàn但yòng用shuǐ水wèn tí问题ràng让rén人dān xīn担心
Kecerdasan buatan berkembang sangat cepat, dan Indonesia juga membangun semakin banyak pusat data.
Pada April 2026, sudah ada 170 pusat data di seluruh negeri.
Banyak orang merasa hal ini akan membawa investasi, lapangan kerja, dan juga membantu perkembangan ekonomi digital.
Namun, saat beroperasi, pusat data membutuhkan banyak listrik dan juga banyak air untuk pendinginan, sehingga sebagian orang mulai khawatir tentang masalah air di daerah setempat.
Misalnya, di Batam, pusat data semakin banyak, tetapi warga sering mengalami kekurangan air.
Di beberapa tempat, dibutuhkan jutaan liter air setiap hari, jumlahnya sangat besar.
Pada tahun 2024, warga setempat bahkan melakukan protes karena rumah mereka tidak mendapat air.
Mereka melihat kawasan teknologi selalu mendapat air, sementara komunitas mereka sendiri sering mengalami pemadaman air, dan mereka merasa itu sangat tidak adil.
Para aktivis lingkungan juga mengatakan bahwa mengembangkan industri dan teknologi itu penting, tetapi pemerintah juga harus melindungi lingkungan dan terlebih dahulu memastikan warga memiliki akses air dasar.
Seiring AI semakin umum, Indonesia bisa mendapatkan peluang baru untuk berkembang, tetapi dalam membangun pusat data, perlu juga memperhatikan penghematan sumber daya agar pertumbuhan ekonomi dan kehidupan masyarakat sama-sama membaik.