hǎi mián海绵chéng shì城市:bāng zhù帮助dōng nán yà东南亚fáng hóng防洪de的xīn新fāng fǎ方法
Pada Maret 2025, hujan deras turun di Jakarta, ibu kota Indonesia, banyak daerah terendam banjir dan banyak orang harus meninggalkan rumah mereka.
Kota-kota besar di Filipina dan Vietnam juga sering mengalami banjir akibat hujan deras.
Perubahan iklim menyebabkan cuaca ekstrem semakin sering terjadi, membuat masalah banjir di kota menjadi lebih parah.
Banyak kota di Tiongkok juga menghadapi masalah serupa.
Untuk mengatasi masalah ini, Tiongkok mengusulkan ide 'Kota Spons'.
Kota spons adalah kota yang dirancang untuk menyerap dan menyimpan air hujan seperti spons, lalu perlahan melepaskannya.
Ini dapat mengurangi banjir dan juga memanfaatkan air hujan.
Kota spons membangun atap hijau, taman cekung, permukaan jalan yang dapat menyerap air, dan lahan basah agar lebih banyak air hujan terserap ke tanah.
Metode ini juga digunakan di taman baru di Bangkok, Thailand, untuk membantu mengurangi banjir kota.
Meskipun kota spons memiliki banyak manfaat, biaya pembangunannya tinggi dan terkadang tidak dapat sepenuhnya mencegah banjir saat hujan sangat deras.
Ibu kota baru Indonesia, Nusantara, juga berencana menggunakan pendekatan kota spons untuk mengurangi banjir.