yìn dù印度jiā kuài加快shǐ yòng使用AI:kē jì科技zěn yàng怎样zūn zhòng尊重rén quán人权?
India sekarang menggunakan AI dengan sangat cepat, tetapi banyak masalah juga muncul.
Pemerintah memiliki beberapa aturan tentang AI, tetapi banyak aturan itu belum cukup kuat dan tidak mewajibkan pemeriksaan risiko terlebih dahulu.
Karena itu, beberapa sistem AI dipakai lebih dulu, lalu masalahnya baru diketahui kemudian.
Misalnya, banyak perangkat pengenalan wajah dan pengawasan digunakan di stasiun kereta dan kota-kota, dan polisi juga memakai AI untuk memantau kerumunan dan mencari “orang yang mencurigakan”.
Banyak orang khawatir hal ini akan memengaruhi privasi, kebebasan, dan martabat manusia.
AI juga sudah masuk ke bandara, ujian, dan layanan publik.
DigiYatra di bandara menggunakan kartu identitas, boarding pass, dan informasi wajah untuk membantu penumpang lewat lebih cepat, tetapi ada yang mengatakan banyak penumpang ikut tanpa benar-benar memahami, dan tidak ada yang tahu data disimpan di mana atau siapa yang bisa melihatnya.
Ada juga beberapa ibu hamil, orang sakit, dan orang tua yang tidak dikenali sistem karena wajah mereka berbeda dari foto lama, sehingga mereka tidak mendapatkan makanan dan bantuan.
India memiliki rencana baru untuk membuat AI lebih aman dan lebih adil, dan ada juga yang menyarankan undang-undang baru yang mewajibkan keterbukaan tentang bagaimana AI digunakan, data apa yang dipakai, dan berapa banyak kesalahannya.
Banyak orang percaya bahwa perkembangan AI tidak boleh hanya melihat kemudahan dan kecepatan; hak asasi manusia juga harus dilindungi terlebih dahulu, agar teknologi benar-benar membantu semua orang.