wǎng luò网络zhōng中de的xìng bié性别chóu hèn仇恨yán lùn言论
Di media sosial di Kosovo, perempuan sering diserang karena gender mereka.
Para peneliti meninjau komentar di bawah halaman berita dan menemukan bahwa banyak komentar tidak membahas pandangan atau tindakan perempuan. Sebaliknya, komentar tersebut mengejek penampilan, kemampuan, dan pekerjaan mereka, bahkan menyebut mereka dengan nama hewan, kata-kata kasar, dan istilah bernuansa seksual.
Ucapan-ucapan ini menggambarkan perempuan sebagai orang yang tidak cocok untuk ikut serta dalam politik, jurnalisme, dan diskusi publik, serta menganggap mengurus keluarga sebagai satu-satunya hal yang seharusnya dilakukan perempuan.
Perempuan yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga atau yang hilang juga disalahkan dan diejek, dan terkadang anak perempuan pun menjadi sasaran.
Munculnya bahasa seperti ini dalam jangka panjang dapat membuat diskriminasi dan kekerasan terlihat normal, serta membuat perempuan takut menyampaikan pendapat di muka umum.
Ada juga sejumlah kecil komentar yang menentang kekerasan dan menyerukan penghormatan, keadilan, dan kesetaraan.
Untuk melindungi ruang diskusi daring, media dan platform media sosial perlu secara aktif memeriksa komentar dan segera menangani konten yang berisi ancaman, penghinaan, atau pembenaran terhadap kekerasan.