yī lǎng伊朗jú shì局势jǐn zhāng紧张:dà fàn wéi大范围duàn wǎng断网yǔ与duō多dì地sāo luàn骚乱
Sejak akhir 2025, situasi tegang di dalam negeri Iran terus meningkat.
Pada malam 8 Januari 2026 waktu setempat, beberapa kota di Iran, termasuk ibu kota Teheran, tiba-tiba mengalami pemadaman internet besar-besaran, menarik perhatian luas dari masyarakat internasional.
Diketahui bahwa pemadaman internet ini terkait dengan aksi protes yang terus berlangsung di dalam negeri Iran.
Karena nilai tukar rial Iran yang anjlok tajam dan harga barang yang melonjak, banyak warga merasa tidak puas dengan kondisi ekonomi dan turun ke jalan.
Di beberapa tempat, aksi protes berkembang menjadi kerusuhan kekerasan, yang sejauh ini telah menyebabkan puluhan korban jiwa dan luka-luka.
Organisasi pengawas menyatakan bahwa 'pemadaman internet nasional' ini mungkin merupakan langkah yang diambil pemerintah untuk mengendalikan situasi.
Menghadapi kekacauan di Iran, Presiden Amerika Serikat Trump kembali mengeluarkan peringatan pada tanggal 8.
Dia menyatakan bahwa Amerika Serikat sedang memantau perkembangan situasi dengan cermat, dan jika pemerintah Iran terus menggunakan kekerasan terhadap para pengunjuk rasa yang menyebabkan lebih banyak kematian, Amerika Serikat akan melakukan 'serangan keras'.
Pemerintah Iran memberikan tanggapan tegas terhadap hal ini.
Kementerian Luar Negeri Iran mengeluarkan pernyataan yang mengecam pernyataan Amerika Serikat sebagai 'campur tangan dalam urusan dalam negeri', dan menyatakan bahwa Iran mampu menyelesaikan masalahnya melalui dialog.
Pada saat yang sama, militer Iran juga menyatakan siap menghadapi segala ancaman dari luar.
Saat ini, situasi sosial di Iran masih sangat tidak stabil.
Negara-negara seperti Australia telah meminta warga negaranya untuk segera meninggalkan Iran demi keselamatan.
Dalam beberapa hari ke depan, apakah situasi di Iran dapat kembali tenang masih menjadi fokus perhatian dunia.