shuǐ水shī qù失去gōng gòng公共cái fù财富de的dì wèi地位
Air adalah salah satu barang publik terpenting dalam kehidupan.
Air bukan hanya sesuatu yang diminum orang setiap hari, tetapi juga berkaitan dengan iklim Bumi, pertanian, industri, dan semua kehidupan.
Namun, dalam beberapa dekade terakhir, banyak tempat mulai menganggap air sebagai “emas biru” yang bisa diperjualbelikan, bukan lagi sebagai sumber daya kehidupan yang dimiliki bersama oleh semua orang.
Kemudian, beberapa kebijakan internasional juga mendorong privatisasi layanan air, sehingga pengelolaan pasokan air diserahkan kepada pasar.
Hal ini membuat banyak orang di negara dan wilayah miskin semakin sulit mendapatkan air minum yang aman dan cukup.
Saat ini, 4,4 miliar orang di dunia tidak dapat minum air yang aman secara stabil, dan ini menunjukkan bahwa masalahnya sangat serius.
Ada yang mengatakan bahwa air memiliki nilai ekonomi, jadi orang harus membayar untuk menggunakannya; tetapi jika air hanya dianggap sebagai barang dagangan, orang miskin bisa kehilangan kondisi hidup paling dasar.
Saat ini, perubahan iklim, polusi, dan konflik juga memperburuk krisis air.
Beberapa negara di Timur Tengah bahkan menyerang pabrik desalinasi air laut, padahal di banyak tempat air tawar sangat bergantung pada pabrik-pabrik ini.
Situasi seperti ini tidak boleh terus berlanjut.
Air harus kembali dipandang sebagai sumber daya penting yang dimiliki bersama oleh seluruh dunia, agar setiap orang dapat menggunakannya secara adil dan aman.