yīng guó英国shǒu xiàng首相sī tǎ mò斯塔默fǎng wèn访问běi jīng北京,zài在sān lǐ tún三里屯pǐn cháng品尝yún nán云南cài菜
Pada sore 28 Januari, Perdana Menteri Inggris Starmer tiba di Beijing untuk memulai kunjungan selama empat hari.
Ini adalah kunjungan pertama Perdana Menteri Inggris ke China dalam delapan tahun, yang menarik banyak perhatian.
Tak lama setelah tiba di Beijing, Starmer muncul di daerah terkenal Sanlitun.
Seorang netizen bertemu dengannya di sebuah restoran masakan Yunnan, saat dia sedang makan malam di sana.
Saat pergi, Starmer secara khusus mengucapkan “terima kasih” dalam bahasa Mandarin kepada pelayan restoran.
Kisah kecil ini dengan cepat menyebar di media sosial; orang-orang merasa perdana menteri ini sangat ramah dan tertarik dengan budaya China.
Kunjungan ini bukan hanya pertukaran politik, tetapi juga membawa banyak peluang bisnis.
Bersama Starmer, ada lebih dari 50 pemimpin perusahaan Inggris terkenal yang mengunjungi China.
Mereka berasal dari bidang keuangan, farmasi, manufaktur, dan budaya, semuanya berharap dapat menemukan lebih banyak peluang kerja sama dalam perdagangan China-Inggris.
Saat ini, hubungan ekonomi dan perdagangan antara China dan Inggris sangat erat.
Pada tahun 2025, volume perdagangan antara kedua negara telah mencapai tingkat yang sangat tinggi.
Starmer menyatakan harapan untuk membangun hubungan kerja sama jangka panjang dan stabil dengan China untuk bersama-sama menyelesaikan beberapa masalah penting.
Selain Beijing, Starmer juga akan mengunjungi Shanghai.
Banyak ahli percaya kunjungan ini adalah sinyal penting perbaikan hubungan China-Inggris.
Semua orang menantikan, melalui kunjungan ini, kedua negara dapat mencapai lebih banyak keuntungan bersama di masa depan dan berkontribusi pada perkembangan dunia.