cóng从méi guī玫瑰wēn shì温室dào到shù jù数据zhōng xīn中心:kěn ní yà肯尼亚huì会chóng yǎn重演“wēn shì xiào yìng温室效应”ma吗?
Pada abad lalu, Naivasha di Kenya terkenal karena budidaya bunga di rumah kaca. Banyak perusahaan menanam mawar di sana, dan itu juga menciptakan banyak lapangan kerja.
Namun kemudian, orang-orang menemukan bahwa di sana juga ada banyak masalah, seperti perlakuan yang buruk terhadap pekerja, penggunaan air yang terlalu banyak, dampak terhadap lingkungan, dan perusahaan yang membayar pajak terlalu sedikit.
Sekarang, perubahan baru kembali datang.
Microsoft dan G42 berencana membangun pusat data besar di Olkaria, Naivasha, dengan investasi besar dan mengatakan bahwa proyek itu akan mendorong perkembangan ekonomi digital.
Namun, banyak warga Kenya khawatir bahwa meskipun pusat data menggunakan energi hijau seperti panas bumi, pusat data juga membutuhkan banyak air dan listrik, serta dapat memengaruhi lahan, lingkungan, dan kehidupan masyarakat biasa.
Jika perusahaan besar membayar pajak sedikit, atau menghindari sistem listrik dan aturan ketenagakerjaan setempat, manfaat bagi negara dan masyarakat mungkin tidak banyak.
Banyak orang khawatir bahwa masalah yang dulu terjadi di industri bunga bisa terulang lagi hari ini pada pusat data.