tài太shè kǒng社恐tài太tǎng píng躺平?kě néng可能shì是shēng bìng生病le了
Saat ini, banyak anak muda sering mengatakan bahwa mereka “takut bersosialisasi” atau “hanya pasrah dan tidak melakukan apa-apa”.
Mereka tidak ingin keluar atau menghadiri perkumpulan, tidak tertarik pada banyak hal, dan hanya ingin tinggal di rumah.
Banyak orang mengira bahwa ini hanya sifat introver atau keinginan untuk beristirahat karena terlalu lelah bekerja.
Namun, dokter di Rumah Sakit Anding Beijing mengingatkan bahwa jika kondisi ini semakin parah, mungkin itu bukan kemalasan, melainkan penyakit.
Dokter menjelaskan bahwa beberapa gangguan mental tidak ditandai dengan ucapan yang tidak masuk akal, tetapi dengan seseorang yang perlahan menjadi pendiam dan tidak peduli.
Misalnya, orang yang sebelumnya sangat suka berteman dan berolahraga perlahan menjadi tidak suka berbicara, tidak tertarik pada apa pun, bahkan tidak ingin mencuci muka atau berganti pakaian.
Meskipun tidak mengalami tekanan dan diberi cukup waktu untuk beristirahat, kondisi ini tidak berubah.
Hal ini sama sekali berbeda dari sifat introver biasa atau sekadar lelah dan ingin beristirahat.
Orang introver memang cenderung pendiam sejak kecil, tetapi tetap memiliki minatnya sendiri; orang yang lelah akan memulihkan energinya setelah beristirahat dengan baik.
Perubahan yang disebabkan oleh penyakit ini adalah menurunnya kondisi psikologis dan kemampuan menjalani kehidupan sehari-hari secara terus-menerus, bahkan seseorang bisa sulit merasakan kebahagiaan lagi.
Dokter menyarankan agar jika kita melihat anggota keluarga atau teman perlahan menjadi pendiam dan dingin, jangan langsung mengkritik mereka sebagai “terlalu malas” atau “tidak punya semangat untuk maju”.
Kita seharusnya lebih memahami dan memperhatikan mereka.
Jika kondisi ini berlangsung lama, sebaiknya segera pergi ke rumah sakit untuk diperiksa oleh dokter profesional.
Semakin cepat diketahui dan diobati, semakin baik kita dapat membantu mereka kembali menjalani kehidupan yang sehat.