zuò jiā作家hán xiù韩秀yǎn zhōng眼中de的tái wān台湾yǔ与chuán tǒng传统wén huà文化
Penulis Han Xiu datang ke Taiwan saat masih muda untuk belajar sastra Tiongkok.
Ia menulis sebuah artikel untuk mengenang Lao She, dan sejak saat itu memulai kehidupan menulis yang berlangsung selama puluhan tahun.
Kemudian, ia mengajar bahasa Mandarin kepada diplomat Amerika di Beijing dan juga memperkenalkan naskah drama Gao Xingjian kepada para muridnya.
Gao Xingjian saat itu mendapat kritik. Kemudian, ia pergi ke Prancis dan memenangkan Hadiah Nobel Sastra.
Han Xiu sangat menghargai Taiwan karena Museum Istana Nasional di Taipei menyimpan banyak benda budaya yang berharga.
Ia berpendapat bahwa jika benda-benda budaya tersebut tidak dibawa ke Taiwan, benda-benda itu mungkin telah rusak selama Revolusi Kebudayaan.
Ia juga percaya bahwa Taiwan telah melestarikan budaya Tionghoa tradisional dan nama “Republik Tiongkok”.
Sejak kecil, Han Xiu membaca Klasik Tiga Karakter, puisi Dinasti Tang, dan Mimpi di Balai Merah.
Ia mengatakan bahwa budaya tradisional mengajarkan orang untuk berbuat baik dan menghormati keluarga, serta dapat membantu orang membedakan yang benar dan yang salah.
Pada saat yang sama, orang juga harus memahami dunia dan mempelajari gagasan tentang kebebasan dan keterbukaan.
Ia berharap lebih banyak orang dapat melihat Taiwan dan Amerika Serikat secara langsung, lalu memikirkan budaya, masyarakat, dan masa depan.