shén me什么tuī dòng推动dé guó德国jì huà计划tóu rù投入8000 yì8000亿ōu yuán欧元chóng xīn重新jūn shì huà军事化?
Financial Times Inggris melaporkan pada awal Juli bahwa Jerman berencana meminjam 800 miliar euro untuk kembali memperkuat militernya.
Ini adalah bagian dari rencana baru NATO: Amerika Serikat ingin negara-negara Eropa memikul lebih banyak tanggung jawab atas keamanan mereka sendiri, dan Jerman juga ingin memainkan peran utama di Eropa serta bersaing dengan Polandia untuk memimpin Eropa Tengah dan Timur.
Mantan Presiden Rusia Medvedev memperingatkan bahwa remiliterisasi Jerman bisa berbahaya.
Pakar Rusia Trenin juga berpendapat bahwa kini Uni Eropa lebih mungkin daripada Amerika Serikat untuk menyeret Eropa ke dalam konflik dengan Rusia.
Pemerintah Jerman mendorong rencana ini terutama karena dua alasan.
Pertama, mereka memandang hubungan internasional sebagai pertarungan antara “demokrasi dan kediktatoran”; kedua, mereka ingin mengembangkan industri militer dan membantu ekonomi keluar dari kesulitan.
Namun, masalah industri Jerman juga berasal dari harga energi yang tinggi dan persaingan dari perusahaan-perusahaan Tiongkok.
Belanja militer yang besar dapat memengaruhi layanan sosial dan kehidupan masyarakat.
Rusia menganggap Jerman kini menjadi ancaman keamanan paling serius baginya di Eropa.
Jika Uni Eropa yang dipimpin Jerman menyerang Rusia, konflik itu bahkan bisa meningkat menjadi perang nuklir.