huā qián花钱bàn办jiǎ假cán jí rén zhèng残疾人证bèi被yán chá严查
Di Tiongkok, kartu disabilitas merupakan dokumen penting yang membantu penyandang disabilitas memperoleh tunjangan hidup dan dukungan pekerjaan.
Namun, penyelidikan media baru-baru ini menemukan bahwa sebagian orang telah menjadikan kartu disabilitas sebagai alat untuk mencari keuntungan, sehingga terbentuk rantai industri ilegal.
Menurut laporan, beberapa perantara mengklaim bahwa dengan membayar beberapa ribu hingga puluhan ribu yuan, mereka dapat membantu orang yang sehat memperoleh kartu disabilitas.
Mereka memalsukan rekam medis dan bahkan mengajari orang untuk berbuat curang saat pemeriksaan kesehatan agar lolos pemeriksaan.
Sebagian orang bersedia membayar untuk mendapatkan kartu tersebut karena setelah memilikinya, mereka tidak hanya dapat menerima subsidi pemerintah setiap bulan, tetapi juga meminjamkan kartu itu kepada perusahaan.
Untuk menikmati keringanan pajak, beberapa perusahaan bersedia membayar beberapa ratus, bahkan lebih dari seribu yuan setiap bulan untuk “menyewa” kartu-kartu tersebut.
Situasi ini telah menarik perhatian masyarakat.
Baru-baru ini, banyak daerah, termasuk Gansu dan Hunan, mulai melakukan pemeriksaan ulang kartu disabilitas secara ketat.
Instansi terkait memeriksa kembali kartu yang diragukan dan mewajibkan pemohon menjalani pemeriksaan di rumah sakit yang ditunjuk dengan menggunakan peralatan medis profesional, bukan lagi metode pemeriksaan visual sederhana seperti sebelumnya.
Para ahli dan pengacara menyatakan bahwa memperoleh kartu dengan memalsukan dokumen serta menipu negara untuk mendapatkan subsidi sama-sama merupakan tindakan ilegal.
Kebijakan perlindungan penyandang disabilitas ditujukan untuk membantu kelompok rentan yang benar-benar membutuhkan bantuan.
Memperkuat pengelolaan dan pemeriksaan tidak hanya dapat memberantas tindakan ilegal, tetapi juga membuat kepedulian sosial dan kesejahteraan menjadi lebih adil dan transparan.