rì běn日本gào bié告别dà xióng māo大熊猫:54nián年lái来shǒu cì首次“qīng líng清零”
Pada 27 Januari 2026, panda kembar 'Xiao Xiao' dan 'Lei Lei' di Kebun Binatang Ueno, Tokyo, Jepang, berangkat kembali ke China.
Ini berarti, untuk pertama kalinya sejak 1972, tidak ada panda raksasa di Jepang.
Tanggal 25 Januari adalah hari terakhir mereka tampil di depan umum.
Meskipun setiap pengunjung hanya memiliki waktu satu menit, antrean panjang tetap terbentuk di pintu kebun binatang.
Banyak orang memegang boneka panda dan menangis saat mengucapkan selamat tinggal.
Seorang anak laki-laki berusia sembilan tahun dengan sedih mengatakan bahwa dia sangat menyukai panda raksasa sejak kecil dan sekarang merasa sangat kesepian.
Di Jepang, panda raksasa bukan hanya bintang di kebun binatang, tetapi juga anggota keluarga yang membawa kebahagiaan dan keberanian bagi semua orang.
Para ahli memperkirakan bahwa pasangan panda kembar ini menghasilkan lebih dari 30 miliar yen keuntungan ekonomi setiap tahun.
Kebun Binatang Ueno menyatakan bahwa selama lebih dari 50 tahun, panda raksasa selalu menjadi simbol terpenting kebun binatang.
Mengapa saat ini tidak ada panda raksasa baru yang datang ke Jepang?
Ini terkait dengan 'diplomasi panda'.
China biasanya meminjamkan panda raksasa kepada negara-negara yang bersahabat sebagai hadiah perdamaian dan persahabatan.
Baru-baru ini, China menjalin kerja sama panda raksasa baru dengan negara-negara seperti Australia dan Korea Selatan, tetapi karena hubungan China-Jepang saat ini cukup rumit, Jepang belum menerima panda raksasa baru.
Meskipun panda raksasa telah meninggalkan Jepang, kenangan indah yang mereka bawa akan selalu ada di hati orang-orang.
Banyak warga Jepang berharap dapat melihat kembali 'duta ramah' yang menggemaskan ini di Jepang dalam waktu dekat.
Perpisahan kali ini juga membuat orang-orang merenungkan kembali pentingnya peran panda raksasa dalam pertukaran antara kedua negara.