zhōng guó中国zài在lǎo wō老挝qǐ yòng启用xīn新de的xùn liàn训练zhōng xīn中心
Tiongkok dan Laos telah membuka pusat pelatihan bersama di Bandara Ban Keng.
Bandara ini berjarak sekitar 50 kilometer dari Vientiane, ibu kota Laos.
Citra satelit menunjukkan bahwa terdapat delapan pesawat latih buatan Tiongkok dan lebih dari 20 kendaraan militer di bandara tersebut, sementara landasan pacunya sedang diperpanjang.
Tempat ini dapat digunakan untuk melatih pilot Laos dan juga memudahkan Tiongkok mengangkut personel serta peralatan.
Beberapa ahli menilai bahwa peran militer praktis bandara ini saat ini tidak besar, sedangkan makna politiknya lebih jelas.
Namun, di masa depan tempat ini mungkin menjadi lokasi persinggahan pesawat, pengumpulan informasi, dan pengamatan latihan militer negara-negara tetangga.
Jika landasan pacunya menjadi lebih panjang, pesawat angkut besar dan pesawat militer lainnya juga mungkin dapat lepas landas dan mendarat di sini.
Ada pula ahli yang khawatir bahwa kegiatan militer Tiongkok di Laos dan Kamboja dapat memengaruhi keamanan Asia Tenggara.
Pihak Tiongkok menyatakan bahwa tempat ini bukan pangkalan militer untuk menghadapi negara lain. Tujuan utamanya adalah membantu Laos melatih pilot, memperkuat kerja sama antara angkatan bersenjata kedua negara, serta melakukan penyelamatan, pencegahan bencana, dan pekerjaan lainnya.