180 duō míng180多名zhōng guó中国zhōng wén中文jiào shī教师lí kāi离开fēi lǜ bīn菲律宾
Baru-baru ini, lebih dari 180 guru dari Tiongkok yang mengajar bahasa Mandarin di Filipina memutuskan untuk meninggalkan Filipina dan pulang ke Tiongkok karena khawatir akan keselamatan diri mereka.
Peristiwa ini menarik perhatian masyarakat di kedua negara.
Menurut informasi, terdapat lebih dari 100 sekolah bahasa Tionghoa di Filipina, dan banyak pelajar setempat ingin belajar bahasa Mandarin.
Guru-guru dari Tiongkok merupakan tenaga pengajar pendukung yang sangat penting bagi sekolah-sekolah setempat.
Namun, belakangan ini muncul beberapa suara yang menentang di Filipina.
Sebagian orang menyebut pendidikan bahasa Mandarin yang normal sebagai pengaruh politik dan melontarkan tuduhan yang tidak berdasar.
Hal ini membuat guru-guru Tiongkok yang mengajar di sana serta keluarga mereka merasa khawatir.
Demi alasan keamanan, organisasi terkait mengatur kepulangan para guru tersebut ke Tiongkok.
Menanggapi hal ini, Duta Besar Tiongkok untuk Filipina mengatakan bahwa keadaan seperti ini sangat disayangkan.
Saat menghadiri sebuah acara di sebuah universitas, ia menekankan bahwa pertukaran budaya dan pendidikan merupakan dasar penting bagi hubungan antara kedua negara.
Pengajaran bahasa Mandarin hanya bertujuan membantu siswa mempelajari bahasa dan memahami budaya, sehingga tidak seharusnya mendapat tuduhan yang tidak masuk akal.
Ia berharap sekolah-sekolah dan kelompok budaya di kedua negara tetap yakin dan terus mendorong kerja sama pendidikan, agar rakyat kedua negara dapat saling memahami dengan lebih baik.
Pertukaran budaya dan bahasa adalah jembatan komunikasi antarmanusia.
Banyak orang berharap lingkungan di masa depan akan lebih aman dan ramah, sehingga pendidikan bahasa yang normal tidak lagi terganggu.