jiē tóu街头de的“lán zhōu兰州lā miàn拉面”wèi shén me为什么gǎi míng改名le了?
Belakangan ini, banyak warung “mi tarik Lanzhou” di berbagai tempat di Tiongkok mengganti papan nama mereka dan berganti nama menjadi “mi tarik Qinghai”.
Banyak orang mungkin tidak tahu bahwa sekitar 90 persen warung “mi tarik Lanzhou” yang ada di jalan-jalan di seluruh negeri sebenarnya dibuka oleh orang Qinghai.
Mengapa orang Qinghai memakai nama Lanzhou?
Pada tahun 1980-an, beberapa orang Qinghai meninggalkan kampung halaman untuk membuka warung mi di daerah lain demi memperbaiki kehidupan mereka yang sulit.
Karena mi sapi Lanzhou sudah sangat terkenal saat itu, mereka memakai nama “mi tarik Lanzhou” untuk menarik pelanggan.
Agar sesuai dengan ritme hidup pelanggan di daerah lain, mereka menyederhanakan cara membuat mi, menyajikan makanan lebih cepat, dan membuat harganya lebih murah.
Dengan cara ini, orang Qinghai membuka warung mi tarik di seluruh negeri.
Namun, seiring semakin banyaknya warung mi seperti ini, orang Lanzhou mulai khawatir.
Hal ini karena mi sapi khas Lanzhou dibuat dengan sangat teliti, dengan standar tinggi untuk kuah maupun mi tariknya.
Mereka merasa bahwa “mi tarik Lanzhou” yang sederhana dan cepat disajikan di jalanan rasanya berbeda dari versi tradisional dan merusak nama baik mi sapi Lanzhou.
Karena itu, Lanzhou juga mulai membuka warung di daerah lain, mengajukan merek dagang khusus, dan menetapkan standar pembuatan yang ketat untuk memberi tahu semua orang seperti apa rasa Lanzhou yang asli.
Melihat cara Lanzhou melakukannya, para pembuat mi dari Qinghai perlahan memahami bahwa mereka tidak bisa memakai nama pinjaman selamanya.
Dengan bantuan pemerintah setempat, Qinghai mulai sungguh-sungguh membangun merek mi mereka sendiri.
Sekarang, banyak pemilik warung mi bersedia mengganti papan nama mereka menjadi “mi tarik Qinghai”, karena mereka makin percaya diri pada mi yang mereka buat dengan susah payah.
Setelah memakai nama itu selama lebih dari tiga puluh tahun, akhirnya mereka mengembalikannya kepada Lanzhou.
Selama beberapa dekade ini, kerja keras orang Qinghai membuat orang di seluruh negeri suka makan mi tarik, sedangkan keteguhan orang Lanzhou melindungi budaya makanan tradisional.
Sekarang, kedua mangkuk mi itu menempuh jalan yang berbeda. Ini juga merupakan kisah baik tentang kerja keras dan saling menghormati.