zhōng guó yǔ yán wén zì fǎ中国语言文字法xīn新biàn huà变化:gèng更yán gé严格、gèng更xiàn dài现代
Pada 1 Januari 2026, Undang-Undang Bahasa dan Tulisan Nasional yang baru direvisi secara resmi mulai diberlakukan.
Ini adalah perubahan besar pertama terhadap undang-undang ini di Tiongkok setelah 25 tahun.
Dibandingkan dengan versi tahun 2000, perubahan paling mencolok dalam undang-undang baru adalah pergeseran dari "menganjurkan" menjadi "pengelolaan yang ketat."
Lingkungan sosial saat ini sangat berbeda dari 25 tahun yang lalu, sehingga undang-undang ini secara khusus menambahkan konten tentang internet.
Peraturan baru mengharuskan video online, publikasi online, dan platform layanan publik pemerintah menggunakan bahasa Mandarin dan karakter Han standar sebagai bahasa dan tulisan dasar.
Ini berarti pemerintah akan mengelola penggunaan bahasa secara lebih menyeluruh di internet dan mengurangi ekspresi yang tidak standar.
Tidak hanya di internet, pameran internasional dan konferensi internasional yang diadakan di dalam Tiongkok juga diwajibkan menggunakan bahasa dan tulisan nasional standar.
Untuk memastikan peraturan ini dilaksanakan, pemerintah tidak hanya meminta sekolah untuk lebih mengembangkan peran dasar dalam mempopulerkan bahasa Mandarin, tetapi juga memperjelas jaminan dana, meminta pemerintah daerah memasukkan biaya pekerjaan ini ke dalam anggaran.
Yang paling menarik perhatian adalah undang-undang baru menambahkan konten tentang "tanggung jawab hukum."
Sebelumnya, undang-undang lebih banyak memberikan saran tentang cara menggunakan bahasa.
Namun sekarang, jika perusahaan menggunakan bahasa atau tulisan yang tidak standar dalam iklan, papan nama, atau platform online, departemen pengelola memiliki wewenang yang lebih jelas untuk meminta perbaikan bahkan memberikan sanksi.
Perubahan ini mencerminkan bahwa Tiongkok sedang menggunakan cara hukum untuk membuat lingkungan bahasa nasional menjadi lebih seragam.
Bagi pembelajar bahasa Mandarin, ini berarti informasi bahasa di masyarakat akan menjadi lebih standar, dengan kesalahan pengucapan atau salah tulis yang berkurang.
Namun dari sudut pandang lain, ini juga mencerminkan bahwa pengelolaan Tiongkok terhadap bidang sosial dan budaya semakin ketat.
Dengan diberlakukannya undang-undang baru, lingkungan bahasa dan tulisan Tiongkok akan memasuki tahap baru yang lebih standar namun juga lebih ketat.