miǎn diān缅甸jiǎ xuǎn jǔ假选举jié shù结束le了
Baru-baru ini, Myanmar mengadakan pemilu yang banyak orang anggap palsu.
Pemerintah militer hanya mengadakan pemilu di beberapa daerah; banyak tempat tidak mengadakan pemilu karena tidak aman atau tidak mendukung pemerintah militer.
Banyak orang mengatakan bahwa pemilu seperti ini bukan demokrasi sejati.
Kelompok etnis minoritas di Myanmar, seperti suku Karen, telah berjuang melawan pemerintah militer; mereka berharap mendapatkan kebebasan dan demokrasi yang sebenarnya.
Pada tahun 2020, partai Aung San Suu Kyi memenangkan pemilu, tetapi kemudian militer kembali mengambil alih kekuasaan.
Sekarang, banyak orang Myanmar dan beberapa organisasi berharap dunia tidak mengakui hasil pemilu ini.
Mereka berharap Myanmar bisa memiliki demokrasi dan perdamaian yang sejati.