ní pō ěr尼泊尔yóu jià油价dà zhǎng大涨,chéng成nán yà南亚jiā mǎn加满yī xiāng一箱yóu油zuì最guì贵de的dì fāng地方
Belakangan ini, harga bahan bakar di Nepal terus naik, sehingga negara itu menjadi salah satu negara dengan harga bensin termahal di Asia Selatan.
Di Kathmandu, harga bensin sudah naik menjadi 219 rupee Nepal per liter, dan solar juga sangat mahal.
Karena konflik yang terkait dengan Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah memengaruhi pengiriman minyak internasional, harga minyak dunia naik. Nepal sangat bergantung pada impor minyak, jadi terkena dampak besar.
Saat harga bahan bakar naik, banyak barang lain juga ikut naik.
Beras, sayuran, gas untuk memasak, dan ongkos transportasi menjadi lebih mahal, sehingga banyak keluarga biasa merasa hidup menjadi lebih sulit.
Pemerintah sudah mengurangi beberapa pajak bahan bakar dan juga mencari cara untuk menghemat bahan bakar, misalnya dengan memberi beberapa kantor libur dua hari pada akhir pekan dan mengurangi penggunaan bahan bakar oleh pejabat.
Namun, sejauh ini langkah-langkah itu belum terlalu efektif.
Banyak pelajar dan warga turun ke jalan untuk memprotes, berharap pemerintah segera menurunkan harga dan membantu masyarakat.
Ada yang khawatir jika harga bahan bakar terus naik, transportasi dan pekerjaan juga akan terdampak.
Meskipun Nepal memiliki banyak tenaga air dan kendaraan listrik juga semakin banyak, sebagian besar truk dan bus jarak jauh masih harus menggunakan solar. Karena itu, masalah harga bahan bakar kali ini membuat semua orang melihat lebih jelas bahwa negara ini perlu mempercepat pengembangan energi bersih di masa depan.