mèng jiā lā guó孟加拉国dà xuǎn大选:shè jiāo méi tǐ社交媒体chéng成le了xīn新zhàn chǎng战场
Bangladesh bersiap menggelar pemilu nasional pada Februari 2026.
Sekarang, kampanye tidak hanya dilakukan dengan pawai di jalan dan rapat besar, lebih banyak orang fokus secara online.
Banyak pemilih menggunakan ponsel untuk mengakses internet, platform yang sering digunakan adalah Facebook, TikTok, X, dan YouTube.
Partai politik dan calon mengunggah video pendek, siaran langsung, dan tulisan singkat untuk berbicara langsung dengan pemilih, juga membuat situs kampanye, lagu, dan permainan kecil untuk menarik perhatian kaum muda.
Untuk mengurangi kekacauan, Komisi Pemilihan meminta calon mendaftarkan akun resmi terlebih dahulu, melarang penyebaran informasi palsu, serangan pribadi, dan penggunaan kecerdasan buatan untuk mengubah gambar atau video guna menipu pemilih.
Namun, masih banyak berita palsu dan 'video palsu' yang muncul online, beberapa menggunakan bot untuk meningkatkan reaksi dan mempengaruhi opini publik.
Untuk melawan rumor, TikTok juga membuka pusat informasi pemilu yang menyediakan berita resmi.
Ini menunjukkan bahwa media sosial dapat mendorong lebih banyak partisipasi, tetapi juga lebih mudah disalahgunakan.