xià tiān夏天kāi开kōng tiáo空调,zěn yàng怎样cái才jiàn kāng健康?
Baru-baru ini, dua berita memicu diskusi di kalangan masyarakat.
Salah satu berita bercerita tentang seorang lansia yang, demi menghemat listrik, tetap tidak mau menyalakan AC saat suhu mencapai 40 derajat. Akibatnya, ia mengalami serangan panas yang parah dan dibawa ke rumah sakit.
Berita lainnya tentang seorang anak muda yang menyetel AC pada suhu 19 derajat dan terkena hembusan udara dingin sepanjang malam. Keesokan paginya, saat bangun, ia menyadari ada masalah pada saraf wajahnya.
Dua cerita ini memberi tahu kita bahwa AC itu sendiri tidak salah; yang salah adalah cara penggunaannya.
Dalam cuaca yang sangat panas, jika menahan diri untuk tidak menyalakan AC, tubuh mungkin tidak akan sanggup menahannya dan bahaya dapat dengan mudah terjadi.
Namun, jika suhu AC terlalu rendah, udara dingin langsung mengenai tubuh, atau jendela tidak dibuka dalam waktu lama, Anda bisa terkena flu atau merasa tidak enak badan.
Lalu, bagaimana cara menggunakan AC dengan sehat?
Pertama, sebaiknya atur suhu antara 26 hingga 28 derajat.
Suhu ini terasa sejuk tanpa membebani tubuh.
Kedua, jangan biarkan udara dingin bertiup langsung ke tubuh Anda.
Anda dapat mengatur arah hembusan AC ke atas agar udara dingin turun secara alami. Dengan begitu, ruangan akan lebih nyaman.
Selain itu, perhatikan juga untuk membuka jendela agar udara berganti.
Setiap dua atau tiga jam, Anda dapat membuka jendela selama sepuluh menit agar udara segar masuk.
Jangan lupa juga untuk membersihkan AC secara rutin agar debu dan bakteri di dalamnya tidak memengaruhi kesehatan.
Cuaca musim panas semakin panas, dan menahan diri untuk tidak menyalakan AC sebenarnya sangat tidak aman.
Menggunakan AC dengan benar adalah pilihan yang paling sehat.
Terutama lansia dan anak-anak, mereka perlu lebih memperhatikan suhu yang sesuai.
Semoga semua orang dapat membentuk kebiasaan yang baik dan menikmati musim panas ini dengan nyaman.