tài guó泰国xuǎn jǔ wěi yuán huì选举委员会yīn因xuǎn jǔ选举gōng zhèng公正miàn lín面临duō多qǐ起fǎ lǜ法律tiǎo zhàn挑战
Setelah pemilihan umum Thailand pada 8 Februari, banyak orang khawatir tentang kurangnya transparansi dalam pemungutan suara.
Sebuah organisasi pengawas independen mengatakan telah menerima lebih dari 5.000 laporan masalah, seperti data kandidat atau pemilih yang tidak lengkap dan suara sah yang dihitung sebagai tidak sah.
Di beberapa tempat, jumlah suara yang dihitung bahkan lebih banyak daripada jumlah pemilih yang datang; secara nasional juga ditemukan perbedaan besar antara jumlah 'suara daerah pemilihan' dan 'suara daftar partai', meskipun pemilih menerima kedua surat suara secara bersamaan sebelum masuk bilik suara.
Masalah yang paling mendapat perhatian adalah munculnya barcode dan kode QR pada surat suara, yang dapat memungkinkan pelacakan siapa memilih siapa, sehingga memengaruhi kerahasiaan suara.
Akibatnya, pengacara, mahasiswa, anggota partai politik, dan warga mengajukan keluhan ke Pengadilan Administrasi, prosedur terkait konstitusi, dan Pengadilan Pidana Anti-Korupsi. Beberapa menuntut penangguhan pengumuman hasil, pembatalan pemilu, penghancuran surat suara, dan pemilihan ulang. Ada juga yang menuntut pertanggungjawaban pihak terkait dan kompensasi biaya pemilihan ulang.