AIsè qíng色情nèi róng内容quē shǎo缺少jiān guǎn监管,zhè这duì对kù ér酷儿shēn tǐ身体xíng xiàng形象yì wèi zhe意味着shén me什么?
Sekarang, banyak orang menonton konten dewasa yang berkaitan dengan LGBTQ+, dan pornografi buatan AI juga semakin banyak.
Masalahnya, jenis konten ini sering kali tidak memiliki aturan yang jelas untuk mengaturnya, sehingga bisa merugikan komunitas queer.
Para peneliti mengatakan bahwa AI belajar dari banyak gambar dan video di internet, tetapi orang sulit mengetahui apakah materi itu aman, apakah digunakan dengan persetujuan, atau apakah mengandung konten kebencian.
Akibatnya, konten yang dibuat AI bisa membawa bias.
Misalnya, perempuan transgender dalam konten AI sering digambar secara berlebihan dan tidak realistis, sehingga mereka diperlakukan sebagai objek fantasi, bukan sebagai manusia nyata.
Gambaran tentang pria gay dan lesbian juga sering dibuat sangat satu dimensi, misalnya tubuh yang sangat kurus, semuanya terlihat sama, atau memiliki bentuk tubuh yang tidak alami.
Konten seperti ini tidak hanya memperkuat stereotip, tetapi juga dapat membuat penonton muda memiliki pandangan yang salah tentang tubuh, seks, dan hubungan.
Para ahli berpendapat bahwa perusahaan teknologi dan pemerintah perlu mengatur pornografi AI dengan lebih serius, dan orang-orang yang benar-benar terdampak juga harus ikut dalam diskusi untuk membantu membuat aturan yang lebih aman dan lebih menghormati manusia.