“rén mín kā fēi guǎn人民咖啡馆”yīn因míng zì名字zhēng yì争议gōng kāi公开dào qiàn道歉
Baru-baru ini, sebuah jaringan toko di China bernama "Kafe Rakyat" mendapat banyak perhatian.
Toko tersebut dihias dengan warna merah, dengan bintang lima di cangkir, terlihat sangat bernuansa zaman dulu.
Banyak anak muda suka datang untuk check-in dan berfoto.
Namun, nama ini menimbulkan kontroversi.
Kata "Rakyat" sangat istimewa di China.
Nama-nama seperti "Surat Kabar Rakyat", "Tentara Pembebasan Rakyat", "Republik Rakyat Tiongkok" semuanya terkait dengan negara.
Banyak netizen berpendapat bahwa menggunakan "Rakyat" sebagai nama merek komersial kurang tepat.
Pada 6 November, Surat Kabar Rakyat menerbitkan komentar yang menyatakan nama "Kafe Rakyat" tidak pantas.
Komentar tersebut mengatakan bahwa "Rakyat" memiliki makna publik dan politik, dan tidak boleh digunakan sembarangan.
Pemasaran bisa kreatif, tapi harus ada batasnya.
Menurut laporan, kantor pusat perusahaan ini berada di Shanghai, dan telah membuka sekitar 30 toko di seluruh negeri.
Setelah kejadian ini menarik perhatian, perusahaan mengeluarkan pernyataan permintaan maaf pada tanggal 8, mengatakan telah memberikan dampak negatif kepada publik dan mengumumkan akan mengganti nama merek.
Sekarang, semakin banyak orang di China yang minum kopi, dan banyak merek suka menggunakan gaya "Guochao" untuk menarik anak muda.
Kejadian ini mengingatkan semua orang bahwa kreativitas itu penting, tapi cara penyampaian harus menghormati budaya dan perasaan sosial.