dé得táng niào bìng糖尿病de的nián qīng rén年轻人zhèng zài正在zēng duō增多
Banyak orang mengira diabetes adalah penyakit yang hanya dialami orang tua.
Namun, sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa dalam 30 tahun terakhir, jumlah penderita diabetes tipe 2 di kalangan anak muda berusia 15 hingga 34 tahun di dunia telah meningkat dua kali lipat.
Khususnya, kondisi paling serius terjadi pada orang berusia 30 hingga 34 tahun.
Selain itu, angka kejadian pada pria muda lebih tinggi daripada pada wanita.
Mengapa semakin banyak anak muda terkena diabetes?
Para dokter menganalisis tiga penyebab utama.
Yang pertama adalah obesitas.
Sekarang banyak anak muda suka makan makanan tinggi kalori, minum minuman manis, dan duduk terlalu lama tanpa berolahraga.
Yang kedua adalah faktor jenis kelamin, karena pria muda lebih mudah mengalami kelebihan berat badan.
Yang ketiga adalah tekanan hidup yang besar.
Orang yang berusia sekitar 30 tahun harus menghadapi tekanan pekerjaan dan kehidupan sekaligus, sering begadang, dan pola makannya juga tidak teratur.
Untuk menjaga kesehatan, para ahli menyarankan agar semua orang mulai mencegahnya sejak dini.
Pertama, lakukan pemeriksaan rutin.
Disarankan untuk mulai memperhatikan gula darah sejak usia 30 tahun, dan mulai usia 35 tahun melakukan pemeriksaan kesehatan setahun sekali.
Kedua, atur pola makan.
Kurangi makanan yang tinggi gula dan lemak, perbanyak makan sayur, dan berhenti makan saat sudah sekitar 70–80 persen kenyang.
Terakhir, tetap berolahraga.
Berolahragalah setidaknya 150 menit per minggu, misalnya jalan cepat, jogging, atau berenang, dan usahakan jangan duduk terlalu lama.
Semakin dini diabetes muncul, semakin besar bahayanya bagi tubuh.
Anak muda tidak boleh meremehkan penyakit ini hanya karena mereka masih muda.
Mulailah sekarang untuk mengubah kebiasaan hidup yang tidak sehat, lebih banyak berolahraga, dan makan sehat agar dapat melindungi tubuh dengan lebih baik dan menyambut masa depan yang sehat.