měi guó美国biān jìng边境de的rén gōng zhì néng人工智能yǔ与zhǒng zú qí shì种族歧视
Kecerdasan buatan sekarang digunakan di banyak tempat, dan di perbatasan Amerika Serikat teknologi seperti ini juga semakin sering dipakai.
Namun, beberapa organisasi hak asasi manusia mengatakan bahwa sistem-sistem ini sering kali lebih tidak adil bagi imigran kulit hitam dan imigran berkulit berwarna lainnya.
Misalnya, menara pengawas dan drone di perbatasan terus melacak orang, menganggap banyak orang yang mencari kehidupan aman sebagai orang berbahaya, sehingga mereka terdorong mengambil rute yang lebih berbahaya dan risiko kematian mereka juga lebih tinggi.
Aplikasi CBP One yang digunakan sebelumnya juga bermasalah: kadang tidak dapat mengenali wajah orang berkulit gelap, dan tidak memiliki terjemahan untuk beberapa bahasa yang umum digunakan oleh imigran kulit hitam.
Setelah masuk ke Amerika Serikat, beberapa sistem juga memberi imigran “skor risiko” untuk menentukan siapa yang harus diawasi lebih ketat, tetapi standar ini tidak dipublikasikan dan sangat sulit untuk diajukan keberatan.
Beberapa AI juga memeriksa permohonan suaka dan bukti, yang bisa merugikan orang yang tidak bisa berbahasa Inggris atau yang dokumennya agak tidak biasa.
Banyak kelompok percaya bahwa saat Amerika Serikat menggunakan AI, pertama-tama harus memastikan tidak ada diskriminasi rasial, membuka aturannya untuk umum, memberi tahu orang yang terdampak alasan keputusannya, dan memungkinkan mereka memberi masukan serta mengajukan banding.