dà guó大国shuāi luò衰落yǔ与quán qiú全球guān jiàn diǎn关键点de的zhēng duó争夺
Artikel ini membahas bagaimana sebuah negara besar yang kehilangan posisi terdepan dalam ekonomi, teknologi, dan aturan akan memengaruhi dunia.
Artikel mengatakan bahwa ketika sebuah negara besar tidak lagi kuat, negara tersebut mungkin tidak lagi mempertahankan tatanan internasional yang dibangunnya, melainkan memengaruhi negara lain dengan mengendalikan titik-titik penting transportasi dan sumber daya, seperti kanal, pelabuhan, dan sumber daya penting.
Dengan cara ini, negara besar tidak perlu langsung menduduki negara lain; cukup mengendalikan titik-titik kunci ini agar negara lain menjadi bergantung padanya.
Artikel menggunakan Amerika Selatan sebagai contoh, menunjukkan bahwa negara-negara seperti Brasil, Chili, dan Bolivia, karena memiliki sumber daya dan lokasi transportasi penting, menjadi fokus perebutan negara besar.
Misalnya, Bolivia memiliki sumber lithium yang melimpah tetapi tidak memiliki akses ke laut, sehingga mudah dipengaruhi.
Chili dan Brasil karena banyak berdagang dengan China juga menjadi perhatian negara besar.
Artikel menyimpulkan bahwa hubungan internasional saat ini tidak berjalan mulus menuju multipolaritas, melainkan negara besar menggunakan 'titik leher' untuk mencegah negara lain menjadi kuat.
Hanya ketika lebih banyak negara bekerja sama membangun lebih banyak jalur transportasi dan sumber daya, ketergantungan pada negara besar dapat dikurangi dan kepentingan sendiri dapat dilindungi.