diàn lì电力hé和wǎng luò网络bù zú不足,yǐng xiǎng影响sā hā lā yǐ nán fēi zhōu撒哈拉以南非洲shǐ yòng使用AI
Di Afrika Sub-Sahara, banyak tempat ingin menggunakan AI, tetapi mereka terlebih dahulu menghadapi dua masalah besar: listrik dan internet.
Di sini ada beberapa tempat yang listriknya padam berkali-kali dalam sehari, dan banyak daerah pedesaan masih belum memiliki pasokan listrik yang stabil.
Tanpa listrik, komputer, ponsel, dan server sulit untuk terus bekerja.
Internet juga menjadi masalah.
Walaupun semakin banyak orang yang online, di banyak tempat internetnya lambat dan sinyalnya tidak stabil, sehingga sering terputus saat sedang digunakan.
Bagi alat AI yang perlu memberi jawaban secara langsung, ini sangat tidak nyaman.
Selain itu, biaya data sangat mahal; di beberapa negara, 1 GB data menghabiskan cukup besar pendapatan seseorang, sehingga banyak orang tidak mampu memakai AI online.
Akibatnya, sekolah, rumah sakit, perusahaan kecil, dan para wirausahawan menjadi lebih sulit menggunakan AI.
UNESCO mengatakan bahwa sebagian besar sekolah dasar dan menengah di Afrika Sub-Sahara masih belum terhubung ke internet, dan ini akan memperlebar kesenjangan antara siswa di kota dan di desa.
Tenaga surya dapat membantu beberapa rumah tangga yang tidak memiliki jaringan listrik untuk penerangan dan mengisi daya ponsel, tetapi itu masih belum cukup untuk mendukung komputer berkinerja tinggi dan sistem AI lokal.
Agar lebih banyak orang benar-benar bisa menggunakan AI, Afrika masih membutuhkan listrik yang lebih stabil, internet yang lebih murah, serta investasi jangka panjang dari pemerintah dan perusahaan.