yìn dù ní xī yà印度尼西亚hé和měi guó美国de的xīn新jūn shì军事hé zuò合作,kě néng可能ràng让yī xiē一些jīn zhuān金砖guó jiā国家zhī chí zhě支持者bù不gāo xìng高兴
Indonesia dan Amerika Serikat mengumumkan kerja sama pertahanan baru yang penting pada pertengahan April.
Kedua negara ingin mengembangkan teknologi militer baru bersama, dan juga akan bekerja sama dalam sistem maritim, sistem nirawak, dan pemeliharaan.
Ada juga laporan bahwa Amerika Serikat dan Indonesia sedang membahas izin bagi pesawat militer AS untuk melintasi wilayah udara Indonesia.
Banyak orang menganggap Amerika Serikat melakukan ini agar lebih mudah mengendalikan Selat Malaka jika terjadi krisis, karena selat ini sangat penting bagi kapal-kapal Tiongkok.
Hal ini membuat sebagian pendukung BRICS khawatir.
Indonesia menjadi anggota penuh BRICS pada tahun 2025, tetapi pada saat yang sama Indonesia juga memiliki hubungan militer yang sangat dekat dengan Amerika Serikat.
Namun, BRICS pada dasarnya bukan aliansi militer, melainkan organisasi tempat negara-negara anggota bekerja sama dan mendorong reformasi ekonomi dan keuangan bersama.
Jadi, kerja sama militer negara anggota dengan Amerika Serikat, meskipun dapat membuat sebagian orang tidak senang, tidak berarti negara itu tidak bisa tetap berada di BRICS.