hán guó韩国xiàng向zhōng guó中国14 chéng14城fā fàng发放shí nián十年qiān zhèng签证,lǚ yóu旅游gèng更fāng biàn方便le了
Pemerintah Korea Selatan baru-baru ini mengumumkan kabar baik.
Mulai 30 Maret 2026, Korea Selatan secara resmi akan mengeluarkan visa multiple-entry selama sepuluh tahun untuk penduduk 14 kota di Tiongkok.
Ke-14 kota ini meliputi Beijing, Shanghai, Guangzhou, Shenzhen, Chongqing, Hangzhou, dan lainnya.
Ini berarti penduduk kota-kota tersebut akan lebih mudah bepergian ke Korea Selatan di masa depan.
Selain visa 10 tahun, Korea Selatan juga menyediakan visa multiple-entry selama lima tahun untuk wisatawan yang sebelumnya pernah ke Korea Selatan.
Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan, Choi Hui-young, mengatakan dia berharap kebijakan baru ini akan menjadikan tahun depan sebagai 'era sepuluh juta' dalam pertukaran antara kedua negara, yaitu lebih dari sepuluh juta kunjungan setiap tahun.
Dia berpendapat bahwa Tiongkok dan Korea Selatan sangat dekat, penerbangan paling lama hanya lima jam, seperti 'lingkaran kehidupan sehari-hari'.
Turis Tiongkok sekarang berbeda dengan sebelumnya.
Dulu banyak yang suka ikut tur kelompok untuk berbelanja di toko bebas bea, tapi sekarang anak muda lebih suka perjalanan mandiri.
Mereka ingin merasakan kehidupan Korea yang sebenarnya: makan jajanan jalanan, pergi ke salon kecantikan, menonton pertunjukan, atau berbelanja seperti penduduk lokal.
Untuk memberikan pengalaman yang lebih baik bagi turis Tiongkok, Korea Selatan juga telah melakukan banyak persiapan.
Sekarang, di tempat wisata utama, toko, dan supermarket di Korea Selatan, orang bisa langsung menggunakan Alipay atau WeChat Pay.
Stasiun kereta bawah tanah di Seoul dan Busan juga menambahkan fungsi pembelian tiket dengan pembayaran mobile.
Selain itu, jika kamu ingin pergi ke kota selain Seoul, seperti Busan atau Jeju, kamu bisa membeli tiket pesawat atau kereta yang lebih murah.
Pertukaran antara Tiongkok dan Korea Selatan semakin alami.
Tahun lalu, jumlah turis Korea yang berkunjung ke Shanghai meningkat lebih dari dua kali lipat.
Sekarang, 'pergi ke Korea setelah pulang kerja Jumat' atau 'pergi ke Shanghai setelah pulang kerja Jumat' menjadi tren baru dalam kehidupan masyarakat kedua negara.
Pertukaran rutin seperti ini tidak hanya mendorong ekonomi, tetapi juga membantu masyarakat kedua negara saling memahami lebih baik.