dào chù到处dōu都lián zhe连着wǎng网,què却bǐ cǐ彼此bù不dǒng懂
Beberapa bulan lalu, saya melihat sebuah keluarga beranggotakan lima orang makan bersama di sebuah restoran.
Tetapi semuanya sedang melihat ponsel: ayah dan ibu sedang menggulir ponsel, satu anak sedang merekam video, yang lain sedang melihat media sosial, dan anak yang paling kecil juga makan sambil mengetuk layar.
Mereka duduk bersama, tetapi tidak ada yang berbicara.
Ini membuat kita memikirkan kehidupan saat ini: kita menggunakan media sosial untuk terhubung dengan banyak orang. Itu sangat praktis, dan kita juga bisa membaca berita, belajar, mencari pekerjaan, serta membuat keluarga yang jauh tetap sering bertemu.
Namun, media sosial juga membawa masalah.
Banyak orang selalu membandingkan diri mereka dengan kehidupan “sempurna” di internet, sehingga mereka merasa sedih dan kehilangan rasa percaya diri.
Anak muda lebih mudah terpengaruh, dan mereka juga bisa mengalami perundungan siber serta berita palsu.
Banyak orang juga tidak tahu bagaimana informasi pribadi mereka akan digunakan.
Teknologi itu sendiri belum tentu buruk; yang penting adalah bagaimana kita menggunakannya.
Kita perlu belajar melindungi diri, dengan cermat membedakan informasi, dan juga lebih banyak berbicara dengan orang-orang di sekitar kita serta mendengarkan orang lain.
Hubungan yang benar-benar baik membutuhkan perhatian, kesabaran, dan kebersamaan, dan hal-hal itu tidak bisa dilakukan hanya lewat layar.