wǎng luò网络zhōng duàn中断shí时,jì zhě记者zěn yàng怎样jì xù继续bào dào报道
Pada Januari 2026, Iran mengalami gangguan internet yang parah akibat protes besar-besaran, dan banyak orang tiba-tiba kehilangan kontak dengan dunia luar.
Kemudian, internet sempat pulih sebentar, tetapi tidak lama setelah itu kembali terputus.
Organisasi hak asasi manusia memperingatkan bahwa pemadaman internet saat perang atau konflik sangat berbahaya: orang-orang mungkin tidak bisa mendapatkan makanan dan obat, tidak bisa meminta bantuan tepat waktu, dan wartawan juga lebih sulit melaporkan kebenaran.
Saat ini, pemadaman internet telah terjadi di banyak tempat di dunia, seperti Iran, India, Ethiopia, dan Turki.
Ketika internet terputus, wartawan sangat sulit memverifikasi informasi, mengirim berita, dan menghubungi narasumber. Bahkan menelepon, membayar tagihan, dan memesan makanan pun bisa terdampak.
Di beberapa tempat, internet tidak diputus sepenuhnya, tetapi sengaja diperlambat sangat lambat, atau media sosial dan beberapa situs web diblokir.
Akibatnya, foto, video, dan laporan dari lokasi kejadian lebih sulit dikirim keluar, sementara rumor justru lebih mudah menyebar.
Meskipun wartawan akan berusaha memakai telepon, membuat janji lebih dulu, atau mencari saluran lain, peliputan tetap menjadi lebih lambat, bahkan bisa tidak selesai.
Masalah ini menunjukkan bahwa internet bukan hanya alat, tetapi juga jalur penting bagi kehidupan sehari-hari dan untuk memahami kebenaran.