zhōng guó中国yóu kè游客jiǎn shǎo减少,rì běn日本lǚ yóu yè旅游业réng仍yǒu huó lì有活力
Belakangan ini, hubungan antara Tiongkok dan Jepang memburuk.
Tiongkok mengimbau warganya agar tidak berwisata ke Jepang, sehingga jumlah wisatawan Tiongkok yang mengunjungi Jepang menurun tajam.
Namun, data terbaru menunjukkan bahwa dampak keseluruhan terhadap industri pariwisata Jepang tidak besar.
Pada Juli tahun ini, Jepang menerima sekitar 3,4 juta wisatawan asing, yang mencetak rekor baru. Wisatawan Tiongkok mencakup sekitar 12 persen dari jumlah tersebut.
Meskipun beberapa hotel dan toko yang terutama melayani rombongan wisatawan Tiongkok terkena dampak yang jelas, jumlah wisatawan dari Amerika Serikat, Prancis, Jerman, dan tempat-tempat lain terus meningkat.
Wisatawan ini umumnya tinggal lebih lama dan membelanjakan lebih banyak uang, sehingga Jepang dapat mempertahankan pendapatan pariwisata yang tinggi tanpa harus menggantikan setiap wisatawan Tiongkok yang berkurang.
Para ahli berpendapat bahwa pengalaman Jepang menunjukkan bahwa pasar pariwisata tidak boleh terlalu bergantung pada satu negara.
Korea Selatan, Thailand, Filipina, Taiwan, dan tempat-tempat lain juga dapat memanfaatkan makanan, budaya, pantai, layanan kecantikan, atau layanan medis mereka untuk menarik lebih banyak wisatawan dari berbagai negara.
Dengan cara ini, ketika satu pasar tiba-tiba menurun, seluruh industri pariwisata tidak akan terkena dampak yang terlalu besar.