bā yuè shí wǔ八月十五wèi shén me为什么chéng成le了zhōng qiū jié中秋节
Setiap tahun, Festival Pertengahan Musim Gugur jatuh pada hari kelima belas bulan kedelapan kalender lunar.
Pada hari ini, orang Tiongkok berkumpul kembali dengan keluarga, makan kue bulan, sambil menikmati bulan purnama di langit.
Namun, banyak orang mungkin tidak tahu bahwa sebelum Dinasti Tang, sebenarnya belum ada perayaan yang disebut “Festival Pertengahan Musim Gugur”.
Lalu, mengapa hari kelima belas bulan kedelapan kalender lunar menjadi hari raya yang penting?
Pertama, hal ini berkaitan dengan cuaca dan alam.
Orang zaman dahulu merasa bahwa musim panas terlalu panas, musim dingin terlalu dingin, sedangkan malam musim gugur paling cocok untuk melihat bulan.
Pada pertengahan musim gugur, yaitu hari kelima belas bulan kedelapan kalender lunar, bulan di langit malam sering tampak sangat bulat dan sangat terang.
Banyak penyair pada Dinasti Tang suka berkumpul pada hari ini, minum arak, menulis puisi, dan menikmati bulan.
Kedua, hal ini berkaitan dengan perasaan manusia.
Pada Dinasti Tang, negara mengalami perang, dan banyak orang meninggalkan kampung halaman mereka serta mengembara ke berbagai tempat.
Saat menghadapi kesulitan hidup, ketika menengadah dan melihat bulan yang bulat di langit, orang-orang tentu teringat pada keluarga yang jauh dan berharap seluruh keluarga tetap selamat.
Lambat laun, bulan purnama di langit memperoleh makna indah, yaitu “reuni keluarga”.
Pada Dinasti Song, Festival Pertengahan Musim Gugur secara resmi menjadi perayaan nasional yang meriah.
Di jalan-jalan ada pasar malam, setiap keluarga menyiapkan jamuan, dan semua orang merayakannya bersama-sama.
Sekarang, Festival Pertengahan Musim Gugur sudah memiliki sejarah lebih dari seribu tahun.
Festival ini bukan hanya sebuah tradisi kuno, tetapi juga mengingatkan orang-orang: sejauh apa pun kita pergi dan sesibuk apa pun pekerjaan kita, saat melihat bulan purnama di langit, jangan lupakan kehangatan keluarga.