měi guó美国xī wàng希望zhōng guó中国ràng让rén mín bì人民币shēng zhí升值
Departemen Keuangan AS baru-baru ini mengatakan bahwa nilai yuan terlalu rendah dan berharap China membiarkan yuan menguat.
AS percaya bahwa kebijakan valuta asing China tidak cukup transparan, dan harga yuan tidak sesuai dengan surplus perdagangan China.
Departemen Keuangan AS juga mengatakan mereka akan terus memantau kebijakan valuta asing China.
Jika China menggunakan beberapa cara untuk mencegah yuan menguat, AS mungkin akan mengambil langkah baru.
Selain China, ada sepuluh ekonomi lain yaitu Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Singapura, Vietnam, Jerman, Irlandia, Swiss, dan Thailand yang masuk dalam daftar pengawasan AS.
Kebijakan valuta asing negara-negara ini juga akan diperiksa dengan cermat oleh AS.
AS berharap kebijakan moneter negara-negara ini menjadi lebih adil dan transparan.