bái rén白人mín zú zhǔ yì民族主义zhě者kuā dà夸大lā měi拉美yí mín移民qù去měi guó美国de的rén shù人数
Menjelang dan sesudah pemilihan umum AS, Trump berkali-kali mengatakan bahwa ia akan “menutup perbatasan,” dan ia juga mengatakan bahwa banyak orang Amerika Latin “masuk secara ilegal” ke Amerika Serikat.
Kemudian, sebuah grafik menjadi viral di internet, yang mengklaim bahwa selama beberapa tahun pemerintahan Biden, banyak orang dari Nikaragua, Kuba, Haiti, Honduras, Venezuela, dan Guatemala masuk secara ilegal ke Amerika Serikat.
Namun, grafik ini menggunakan data yang tidak akurat.
Yang dicatat oleh otoritas perbatasan AS adalah jumlah “pertemuan,” dan itu tidak selalu berarti orang tersebut benar-benar masuk ke Amerika Serikat, karena ada yang dihentikan, dan ada yang mencoba lebih dari sekali, sehingga bisa dihitung berulang.
Grafik itu juga memasukkan beberapa orang yang masuk secara legal, jadi angkanya dibesar-besarkan.
Para ahli mengatakan bahwa grafik seperti ini memiliki banyak kesalahan dan tidak dapat menunjukkan keadaan yang sebenarnya.
Artikel itu juga menyebutkan bahwa isu imigrasi sering dimanfaatkan oleh sebagian politisi dan akun daring untuk menimbulkan rasa takut dan sentimen ضد imigran.
Sebenarnya, alasan orang dari berbagai negara meninggalkan kampung halaman mereka sangat kompleks, dan tidak bisa disimpulkan hanya dari angka-angka sederhana.