jià qī假期gāi该xiū xī休息hái shì还是xué xí学习?xǔ duō许多jiā tíng家庭chǎo jià吵架le了
Selama libur panjang Hari Nasional, cukup banyak keluarga bertengkar hebat di rumah.
Di Hangzhou, Zhejiang, banyak orang tua bertengkar sengit dengan anak-anak mereka karena masalah belajar dan istirahat.
Banyak orang tua menganggap liburan sebagai kesempatan yang baik untuk meningkatkan nilai.
Mereka berharap anak-anak bangun lebih pagi, menghafal lebih banyak kosakata, dan mengerjakan lebih banyak soal latihan.
Namun, banyak anak justru ingin bangun siang, mendengarkan musik, atau membaca novel selama liburan.
Seorang ibu mengeluh bahwa putranya berjanji akan bangun pukul 8.30 pagi, tetapi meskipun terus dibangunkan sampai pukul 10, ia masih berada di tempat tidur.
Ibu lainnya mendapati bahwa putrinya berada di kamar selama tiga jam, tetapi hanya mengerjakan tiga soal; sisa waktunya dihabiskan untuk mendengarkan musik.
Orang tua merasa anak-anak membuang-buang waktu dan menjadi sangat marah, sedangkan anak-anak merasa sekolah sehari-hari terlalu melelahkan dan tidak ada salahnya bersantai saat liburan.
Sejumlah pakar pendidikan dan guru menyatakan bahwa pertengkaran seperti ini sebenarnya berasal dari kecemasan orang tua.
Banyak orang tua takut anak mereka akan tertinggal dari orang lain hanya karena beristirahat sebentar.
Namun, anak-anak bukanlah mesin; mereka juga membutuhkan istirahat yang benar-benar menenangkan.
Jika orang tua mengatur waktu anak terlalu ketat, anak sering kali menjadi memberontak dan kehilangan inisiatif untuk belajar.
Para ahli menyarankan agar orang tua lebih sering mendiskusikan rencana liburan dengan anak dan menyediakan waktu luang agar anak dapat mengaturnya sendiri.
Daripada memaksa anak mengerjakan beberapa halaman pekerjaan rumah tambahan, menjaga hubungan keluarga yang baik dan mengembangkan kemampuan mengatur diri anak sebenarnya jauh lebih penting.