xīn jiā pō新加坡fáng zhǎng防长:yǐ dé fú rén以德服人cái才shì是zhēn zhèng真正de的yíng赢
Pada 16 September, Menteri Pertahanan Singapura Chan Chun Sing menyampaikan pidato dalam sebuah forum keamanan internasional yang diadakan di Beijing.
Dalam pidatonya, ia mengutip dalam bahasa Mandarin sebuah ungkapan terkenal dari Mencius, pemikir Tiongkok kuno, yang menarik perhatian banyak orang.
Chan mengutip pepatah kuno: “Orang yang membuat orang lain tunduk dengan kekuatan tidak memenangkan hati mereka; orang yang memenangkan orang lain dengan kebajikan akan memperoleh dukungan mereka yang tulus dan sukarela.”
Artinya, jika hanya menggunakan kekuatan untuk menundukkan orang lain, mereka tidak akan benar-benar yakin. Hanya dengan memperlakukan orang lain dengan karakter dan tindakan yang baik, kita dapat memperoleh dukungan tulus dari semua orang.
Ia berpendapat bahwa di dunia saat ini, negara-negara perlu memikirkan kembali apa arti “menang”.
“Kemenangan” yang sesungguhnya bukanlah mengalahkan lawan dengan kekuatan, melainkan memperoleh pengakuan dan kepercayaan dunia dengan menjadi teladan yang baik.
Chan mengatakan bahwa perkembangan teknologi saat ini sangat cepat, lingkungan internasional juga semakin rumit, dan hal yang paling berharga di antara negara-negara adalah kepercayaan.
Jika ada kepercayaan, banyak masalah sulit dapat diselesaikan secara bertahap. Namun, jika tidak ada kepercayaan, kesalahpahaman kecil pun dapat menjadi masalah besar.
Saat membahas hubungan antara negara besar dan negara kecil, ia mengatakan bahwa negara besar seharusnya memikul lebih banyak tanggung jawab agar negara kecil tidak terlalu khawatir.
Hanya jika negara-negara lebih banyak berkomunikasi dan bekerja sama, perdamaian jangka panjang dapat diwujudkan.
Pernyataan Chan mengingatkan orang-orang bahwa ketika menghadapi perbedaan internasional, kekuatan bukanlah cara yang terbaik.
Hanya dengan saling percaya dan memenangkan hati orang melalui kebajikan, dunia dapat menjadi lebih aman dan lebih baik.