běn tián本田jiǎn shǎo减少diàn dòng chē电动车jì huà计划,duì对qīng jié清洁kē jì科技wèi lái未来yǒu有shén me什么yǐng xiǎng影响
Perusahaan mobil Jepang dulu menganggap mobil listrik murni hanya pasar kecil, jadi mereka lebih fokus pada hibrida, hidrogen, dan bahan bakar elektronik.
Sekarang, Honda membatalkan tiga rencana mobil listrik baru untuk pasar AS dan mengalihkan fokus kembali ke mobil hibrida.
Ini bukan hanya masalah Honda sendiri, tapi juga menunjukkan bahwa Jepang tertinggal dalam pengembangan mobil listrik.
China berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, menganggap mobil listrik dan baterai sebagai industri penting, membangun banyak pabrik, dan memiliki rantai pasokan lengkap, sehingga bisa memproduksi massal produk dengan harga lebih kompetitif.
Perusahaan China seperti BYD sudah menjual mobil di banyak negara, dan ekspor mobil China telah melampaui Jepang.
Jika perusahaan Jepang terus mengandalkan mesin tradisional dan mobil hibrida, mereka mungkin akan kehilangan lebih banyak pangsa pasar di masa depan.
Bagi negara lain, ini juga menjadi peringatan: jika pengembangan mobil bersih terlalu lambat, mereka mungkin tidak mendapatkan mobil listrik terbaru, terbaik, dan termurah.
Siapa pun yang berinvestasi lebih awal dalam mobil listrik, baterai, dan infrastruktur pengisian daya lebih mungkin memimpin dalam transportasi dan teknologi bersih di masa depan.