tè lǎng pǔ特朗普gōng kāi公开yǒu guān有关zhōng guó中国yǐng xiǎng影响měi guó美国dà xuǎn大选de的wén jiàn文件
Presiden AS Trump merilis sejumlah dokumen intelijen pemerintah dan mengatakan bahwa dokumen itu menunjukkan China pernah ingin memengaruhi pemilihan presiden AS 2020.
Dokumen itu menyebutkan bahwa China memperoleh banyak data tentang pemilih Amerika, termasuk nama, tanggal lahir, alamat, dan partai yang mereka dukung, lalu memanfaatkan perbedaan pandangan di masyarakat Amerika tentang isu seperti pandemi, ekonomi, ras, dan imigrasi untuk menyebarkan informasi di media sosial.
Dokumen itu juga menyebutkan bahwa personel siber yang didukung China pernah menyerang tim kampanye Biden, tetapi gagal.
Namun, badan intelijen AS sebelumnya mengatakan tidak menemukan bukti bahwa kekuatan asing mengubah pendaftaran pemilih, surat suara, proses penghitungan suara, atau hasil pemilu.
Laporan lain menyebutkan bahwa China memalsukan SIM Amerika untuk membantu beberapa orang memilih secara ilegal, tetapi klaim ini hanya berasal dari satu sumber.
Kementerian Luar Negeri China membantah semua tuduhan, mengatakan bahwa China tidak pernah ikut campur dalam pemilu AS dan mengkritik AS karena sengaja memfitnah China.
Pejabat AS mengatakan mereka akan terus memeriksa catatan pemilu dan menyelidiki masalah pemungutan suara ilegal.