gāo高zhài wù债务xià下,zhōng guó中国jīng jì经济zěn me怎么zǒu走?
Pemerintah, perusahaan, dan rumah tangga di Tiongkok meminjam semakin banyak uang.
Pemerintah daerah menghadapi tekanan yang sangat besar karena setelah pasar properti melemah, pendapatan dari penjualan tanah dan pajak menurun, sementara mereka tetap harus membayar utang dan bunga.
Utang yang tinggi juga membuat pemerintah lebih sulit mendapatkan dana untuk mengembangkan ekonomi.
Namun, sebagian besar utang Tiongkok menggunakan renminbi dan terutama berasal dari dalam negeri, sehingga krisis keuangan yang serius belum tentu terjadi dalam jangka pendek.
Menghadapi pertumbuhan ekonomi yang lambat, harga yang rendah, dan masyarakat yang enggan berbelanja, beberapa ekonom menyarankan agar pemerintah pusat meminjam lebih banyak dan menggunakan dana tersebut untuk pendidikan, layanan kesehatan, dan jaminan sosial.
Dengan begitu, masyarakat akan merasa lebih yakin tentang masa depan dan mungkin lebih bersedia untuk berbelanja.
Pakar lain khawatir bahwa terlalu banyak berutang akan membawa risiko yang lebih besar dan juga dapat mengalirkan dana ke pabrik-pabrik yang tidak dibutuhkan, sehingga menciptakan terlalu banyak barang dan membuat perusahaan bersaing dengan menurunkan harga.
Oleh karena itu, pemerintah perlu mengendalikan utang sambil mendukung proyek-proyek yang benar-benar bermanfaat.
Ke depan, ekonomi Tiongkok mungkin perlu mengurangi ketergantungannya pada properti dan investasi besar-besaran, serta lebih mengembangkan konsumsi dan sektor jasa.