měi guó美国xué zhě学者mǐn xīn敏辛zài在zhōng guó中国bèi被guān yā关押
Min Xin, seorang cendekiawan Amerika keturunan Myanmar, telah lama meneliti masalah-masalah Myanmar.
Pada Juni 2026, ia terbang dari Thailand ke Kunming untuk menghadiri sebuah konferensi akademik.
Setelah pesawat mendarat, ia memberi tahu keluarganya bahwa ia telah tiba dengan selamat, tetapi mereka segera kehilangan kontak dengannya.
Pemerintah Tiongkok kemudian menyatakan bahwa ia ditahan karena mungkin telah ikut serta dalam kegiatan yang membahayakan keamanan nasional Tiongkok.
Namun, pemerintah Amerika Serikat menilai bahwa ia ditahan secara tidak sah dan menuntut Tiongkok untuk membebaskannya.
Adik laki-laki Min Xin mengatakan bahwa Min Xin ditahan sendirian di tempat yang tidak diketahui oleh dunia luar dan setiap hari menjalani interogasi selama empat hingga enam jam. Pada suatu hari, interogasinya bahkan berlangsung selama enam belas jam.
Pejabat Amerika Serikat telah mengunjunginya tiga kali. Mereka menilai bahwa meskipun ia memiliki beberapa masalah kesehatan, kondisi fisik dan mentalnya cukup baik, dan ia tetap tegar.
Keluarganya mengatakan bahwa penelitian Min Xin terutama berfokus pada Myanmar, dan semua hasil penelitiannya terbuka untuk umum.
Ia pergi ke Tiongkok untuk bertukar pandangan dengan para cendekiawan Tiongkok dan mencari cara untuk menyelesaikan masalah Myanmar.
Keluarganya tidak memahami tuduhan terkait tersebut dan berharap ia segera dibebaskan serta kembali kepada istri dan putrinya.