dì tiě地铁lǐ里de的AIguǎng gào广告,wèi shén me为什么ràng让rén人jué de觉得jiǎ假?
Belakangan ini, banyak iklan yang dibuat oleh kecerdasan buatan muncul di stasiun metro di berbagai kota di Tiongkok.
Dari poster di sepanjang lorong hingga layar di dalam gerbong, gambar yang dibuat AI dapat dilihat di mana-mana.
Namun, banyak penumpang menyadari bahwa iklan-iklan ini tidak terlihat alami.
Orang-orang dalam gambar memang memiliki kulit yang bersih dan senyum yang sempurna, tetapi ekspresi mereka sangat kaku, seperti maneken.
Melihat begitu banyak wajah aneh setiap hari dalam perjalanan pergi dan pulang kerja membuat banyak orang merasa agak tidak nyaman.
Mengapa perusahaan periklanan begitu suka menggunakan AI?
Alasan utamanya adalah untuk menghemat uang dan waktu.
Dahulu, membuat iklan memerlukan penyewaan model, lokasi, serta waktu persiapan yang panjang.
Sekarang, cukup memasukkan beberapa kata ke komputer, sebuah poster dapat dibuat dalam beberapa menit.
Namun, banyak orang menunjukkan bahwa meskipun iklan seperti ini dibuat dengan cepat, iklan tersebut kurang memiliki kreativitas dan cerita yang nyata, sehingga tidak dapat menyentuh hati orang.
Sebenarnya, teknologi AI itu sendiri tidak bermasalah; yang penting adalah bagaimana teknologi itu digunakan.
Iklan yang baik memerlukan gagasan yang tulus dan emosi dari kehidupan nyata.
Orang-orang berharap iklan pada masa depan akan memiliki lebih banyak kehangatan manusia, bukan membuat ruang publik di kota terasa semakin dingin hanya demi menghemat biaya.