tè lǎng pǔ特朗普de的yī lǎng伊朗wēi jī危机,huì会xiàng像měi guó美国de的sū yī shì yùn hé苏伊士运河wēi jī危机ma吗?
Dalam sejarah, negara adidaya tidak akan selalu tetap kuat.
Artikel ini membandingkan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran saat ini dengan kegagalan Inggris dalam Krisis Terusan Suez pada tahun 1956.
Saat itu, Inggris, Prancis, dan Israel bersama-sama menyerang Mesir, ingin menguasai Terusan Suez dan menggulingkan pemimpin Mesir, Nasser.
Namun, Amerika Serikat, Uni Soviet, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa semuanya menentang perang ini, dan Inggris akhirnya hanya bisa menyetujui gencatan senjata dan menarik pasukannya.
Peristiwa ini membuat Inggris menyadari bahwa mereka tidak bisa lagi menggunakan kekuatan untuk mengendalikan negara lain.
Penulis berpendapat bahwa Amerika Serikat juga sedang menghadapi momen penting saat ini.
Setelah perang seperti Vietnam, Irak, dan Afghanistan, banyak orang Amerika sudah tidak ingin berperang lagi.
Jika Amerika Serikat terus menyelesaikan masalah dengan kekuatan militer, mereka mungkin harus membayar harga yang sangat mahal.
Penulis berharap Amerika Serikat mengubah caranya, mengurangi perang, dan lebih banyak menggunakan diplomasi serta Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menangani masalah internasional.